Peran Tokoh Agama Dalam Menciptakan Pemilu Damai: Bawaslu SBD ikuti Kegiatan Tematik, TOS BARISTA Edisi IV Secara Daring
|
Tambolaka, Humas Bws SBD – Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Daya mengikuti kegiatan TOS BARISTA (Tokoh Sahabat Bawaslu untuk Demokrasi Kita) Edisi IV bertema “Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai”. Kegiatan ini diselenggarakan Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring bersama 22 Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT, pada Senin, (08/06/2026).
Kegiatan dihadiri Sekti Handayani, S.H Selaku Koordinator Divisi P3S Bawaslu SBD didampingi staf Divisi terkait. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas serta penguatan pemahaman mengenai peran strategis tokoh agama dalam menjaga kondusivitas demokrasi dan mendukung pelaksanaan pemilu yang damai, berintegritas, dan bermartabat.
Kegiatan TOS BARISTA Tema IV dibuka oleh Magdalena Y. Wake, S.H., M.H., selaku Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam arahannya, Magdalena Y. Wake menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, dalam menjaga integritas demokrasi dan menciptakan suasana pemilu yang aman, damai, serta berkeadaban. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif sebagai salah satu instrumen penting dalam mencegah pelanggaran dan menjaga kualitas demokrasi.
Selanjutnya, James Welem Ratu, S.Pd., Anggota Bawaslu Provinsi NTT, bertindak sebagai pemantik diskusi. Ia menegaskan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam kehidupan berdemokrasi berkat legitimasi moral yang kuat serta kepercayaan masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, tokoh agama dapat berperan sebagai agen pendidikan politik, penahan penyebaran berita bohong, penguat persatuan, sekaligus mediator meredam potensi konflik selama tahapan pemilu berlangsung.
Sementara itu, Yusti Rambu Karadji, S.Th., Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, menjadi narasumber utama yang memaparkan materi tentang peran tokoh agama mewujudkan pemilu damai. Ia menjelaskan pengaruh sosial tokoh agama sangat besar dalam membentuk kesadaran masyarakat agar senantiasa menjunjung nilai demokrasi yang beretika, menjaga toleransi, menolak politik identitas yang memecah belah persatuan, serta mendorong penyelesaian sengketa pemilu melalui jalur hukum dan konstitusional.
Selain membahas peluang dan peran strategis tokoh agama, kegiatan ini juga mengulas beragam tantangan penyelenggaraan pemilu, antara lain penyebaran disinformasi, politisasi agama, polarisasi sosial, hingga tingkat literasi politik masyarakat yang masih rendah. Hal itu menuntut kolaborasi erat antara Bawaslu, tokoh agama, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat demi membangun budaya demokrasi yang sehat dan damai.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap terjalin sinergi yang makin kokoh antara penyelenggara pemilu dan tokoh agama dalam memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kesadaran politik masyarakat, serta menjaga kerukunan di tengah perbedaan pilihan politik. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat—terutama tokoh agama—pelaksanaan pemilu diharapkan berlangsung aman, damai, dan berintegritas demi demokrasi yang berkualitas.
Penulis : Humas Bawaslu SBD
Foto : Humas Bawaslu SBD
Editor : Humas Bawaslu SBD