Usung Konsolidasi Demokrasi Bagi Kader Alumni P2P, Bawaslu SBD Bentuk Komunitas KUPAS
|
Tambolaka, Humas_BWS-SBD – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengusung kegiatan konsolidasi demokrasi bersama alumni kader Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), bertempat di aula rapat sekretariat pada Jumat (08/05/2026).
Kegiatan ini diramu dalam bentuk pemaparan beberapa materi, diantaranya materi pencegahan oleh anggota Emanuel Koro, selaku Kordiv HP2H, materi berikutnya laporan pelanggaran oleh anggota, Sekti Handayani, (Kordiv P3S) serta materi konsepsi demokrasi dalam penerapan di kabupaten SBD oleh ketua, Yeremias Bayoraya Kewuan, (Kordiv SDMO DIKLAT dan DATIN).
Sesi diskusi menghangat dikala peserta yang juga alumni P2P memberikan pernyataan dan pertanyaan kritis terkait tugas pokok dan fungsi pengawasan partisipatif.
Konsep dari diskusi tersebut ditindaklanjuti dengan pembentukan komunitas pengawasan partisipatif yang diberi nama (KUPAS) Kumpulan Pembahasan Pemilu yang diketuai oleh Risaldi Ghello, seorang mahasiswa kampus Universitas Katolik Weetebula.
“Keberlanjutan komunitas ini ada di pundak kita masing-masing sesama kader pengawas partisipatif. Tanpa teman-teman, saya hanyalah sesuatu yang kosong sehingga butuh kerja sama kita,” ungkap Risaldi.
Pada penghujung kegiatan, Kordiv HP2H berpesan agar KUPAS tetap berkoordinasi dengan Bawaslu SBD. “Apabila ada kegiatan di lapangan, kami siap dihubungi, bahkan juga bersedia hadir bersama rekan-rekan komunitas,” tutup Emanuel.
Sebelum kegiatan ditutup, ketua Bawaslu SBD berharap, agar komunitas yang telah dibentuk ini, terus bergerak sehingga bernilai bagi masyarakat di Sumba Barat Daya ini.
“Harapan kami komunitas yang sudah dibentuk ini, semoga dapat difungsikan secara baik. Nilai hidup adalah ketika berbagi kepada yang lain, maka komunitas ini bisa menjadi wadah transfer informasi serta media edukasi demokrasi bagi masyarakat,” ujar Yeremias.
Konsep kebertahanan komunitas menurut Yeremias Bayoraya Kewuan, tergantung pemahaman akan dua hal penting yaitu keswadayaan serta keberlanjutan.
“Kesukarelawanan (swadaya) adalah pemberian diri yang terus menerus dilakukan (keberlanjutan). Apabila alasan lebih kuat dari niat baik maka perlahan komunitas ini akan mati,” tegas Yeremias, menutup.
Tercatat sejumlah empat puluh (40) orang kader alumni P2P. Walaupun tidak semua kader hadir tetapi kehadiran peserta alumni adalah cerminan semangat kader muda pengawas partisipatif di kabupaten SBD.
Penulis : Humas Bawaslu SBD
Foto : Humas Bawaslu SBD
Editor : Humas Bawaslu SBD