Lompat ke isi utama

Berita

MENJELANG AKHIR MASA KAMPANYE KOORDIV HP2H BAWASLU SUMBA BARAT DAYA MENEGASKAN.

Emanuel Koro, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas & Humas (HP2H) Bawaslu Sumba Barat Daya.

Foto: Emanuel Koro, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas & Humas (HP2H) Bawaslu Sumba Barat Daya 

Tambolaka- 03/11/2024 melalui humas Bawaslu Sumba Barat Daya, Bawaslu mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya agar menjaga situasi politik menjelang  berakhirnya masa kampanye,  memasuki masa tenang dan menuju 27 November 2024 sebagai hari Pemungutan dan Penghitungan suara di TPS.

Emanuel Koro, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas & Humas (HP2H) Bawaslu Sumba Barat Daya mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan selama tahapan yang sudah kita lalui dan tahapan yang sedang dan akan kita jalani, dengan banyaknya laporan dan temuan pengawas dugaan pelanggaran Pemilihan, pelanggaran Netralitas para pihak dan dugaan pelanggaran pidana yang sedang berproses di Bawaslu, menunjukkan bahwa tensi politik semakin hari, semakin tinggi, semakin hari, semakin banyak pelanggaran.

Bawaslu bersama jajaran terus melakukan Pencegahan, Pencegahan berulang-ulang, baik imbauan secara langsung, imbauan secara tertulis, koordinasi, komunikasi, MOU, Ikrar Netralitas,dll. Itu semua tidak cukup, jika kita tidak sadar akan konsekuensi dari setiap pelanggaran yang dilanggar.
Sikap Bawaslu, Jika Pencegahan tidak indahkan maka langkah terakhir adalah penindakan. Tegas Eman Koro.

Eman Koro menegaskan bahwa Pencegahan Netralitas Para pihak ASN, TNI/POLRI, Kepala Desa, Perangkat Desa yang dilarang  terlibat aktif mendukung salah satu pasangan calon merupakan atensi Bawaslu sangat serius, apalagi dukungan secara terang-terangan dalam kampanye, dukungan melalui media sosial,  Facebook, Instagram dengan like,comen, share adalah merupakan pelanggaran bagi para pihak yang dilarang.
Dalam penggunaan media sosial tolong awasi jari masing-masing, sebab jika sudah berproses penanganan pelanggaran, akan merugikan diri sendiri, merugikan karir dan nasib bapak/ibu sendiri.

Mengamati tensi politik yang sangat tinggi, Bawaslu mengimbau para pasangan calon agar tertib, taat dan patuh pada aturan, serta terus memastikan para Tim Pemenangan, Tim Sukses, Para Simpatisan, dan lain-lain agar menahan diri, agar saling mengingatkan satu dengan yang lain, agar saling menjaga situasi politik tetap damai, menjaga dan menghormati pilihan masing-masing, hak berdemokrasi adalah hak setiap warga Negara Indonesia, diera Reformasi ini, kebebasan berpendapat, memberikan kebebasan menentukan pilihan setiap orang adalah bentuk kita merawat Demokrasi dan menghargai Hak setiap orang. Ujar Eman Koro.

Eman Koro Menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi informasi-informasi hoax di media sosial, harus bijak dalam penggunaan media sosial,  Jagan percaya dan terprovokasi dari akun palsu yang tidak bertanggung jawab, yang menghasut, memprovokasi keadaan dan merusak demokrasi di Sumba Barat Daya.

Keberhasilan Pilkada di Tanah Loda Wee Maringngi, Pada Wee Malala adalah tanggung jawab kita semua sebagai anak yang lahir, tumbuh dan tinggal ditanah ini.

Eman Koro menghimbau juga Parah pemangku kepentingan dan jabatan harus bergandengan tangan bersama sama mensosialisasikan, menyampaikan, mengimbau, mengedukasi kepada siapapun agar menjaga Demokrasi di Sumba Barat Daya berjalan dengan baik. 
Harus meninggalkan jejak demokrasi yang baik bagi regenerasi yang akan datang.

Sebagai imbauan tambahan kami memastikan jajaran kami menjalankan tugas dengan baik, oleh Karana itu kami berharap awasi juga jajaran kami, laporkan kepada kami jika menemukan oknum penyelenggara yang mencoba bermain main untuk mendukung salah satu pasangan calon. Tegas Eman Koro

Penulis: Humas Bawaslu SBD

Editor  : Humas Bawaslu SBD